SELAMAT DATANG DANGSANAK, HIMUNG BETAMU PIAN LAGI
BANJARBARUEMAS.COM — Awal kepemimpinan Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby ditandai dengan dua capaian nasional yang kian meneguhkan Banjarbaru sebagai salah satu daerah dengan laju reformasi pelayanan publik dan penguatan ekosistem informasi warga paling progresif di Indonesia.
Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara, menjadi lokomotif perubahan tersebut melalui dua prestasi besar: penetapan sebagai kelurahan bebas maladministrasi pertama di Indonesia serta penghargaan KIM Terkreatif Nasional 2025 untuk Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tangguh Mentaos.
Pada 30 Juli 2025, Ombudsman Republik Indonesia menetapkan Kelurahan Mentaos sebagai kelurahan pertama di Indonesia yang memenuhi seluruh indikator bebas maladministrasi. Pencapaian ini merupakan hasil dari rangkaian pembenahan mendalam yang berlangsung berbulan-bulan—mulai dari audit pelayanan, verifikasi kanal pengaduan, observasi langsung, hingga wawancara warga untuk memastikan bahwa perubahan benar-benar dirasakan masyarakat.
Ombudsman mencatat bahwa transformasi pelayanan di Mentaos tampak nyata dari standar baru yang diberlakukan:
1. Layanan administratif terstandar, dengan kejelasan waktu, biaya, dan mekanisme pelayanan yang dipublikasikan secara terbuka.
2. Integrasi kanal pengaduan, baik melalui SP4N-LAPOR maupun kanal internal yang dijamin ditindaklanjuti dalam 3×24 jam.
3. Pencegahan penyalahgunaan wewenang, termasuk sistem pengawasan berjenjang antara kelurahan, pemerintah kota, dan Ombudsman.
4. Peningkatan kapasitas aparatur, terutama terkait etika pelayanan, literasi digital, pemahaman regulasi, dan kemampuan komunikasi publik.
Wali Kota Erna Lisa Halaby menegaskan bahwa kelurahan merupakan simpul pertama pelayanan publik, sehingga kualitas pelayanan di tingkat ini harus menjadi standar baru bagi seluruh wilayah Banjarbaru. Ombudsman pun dijadwalkan melakukan monitoring berkelanjutan untuk memastikan predikat bebas maladministrasi tidak berhenti pada deklarasi seremonial.
Tak berselang lama, prestasi Kelurahan Mentaos kembali mencuri perhatian nasional. Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tangguh Mentaos tampil sebagai wakil tunggal Provinsi Kalimantan Selatan pada Festival KIM Nasional 2025, yang digelar pada 14–15 November 2025 di Alun-alun Kota Tangerang dan Lapangan Ahmad Yani. Ajang ini mempertemukan KIM terbaik dari delapan provinsi untuk memamerkan kreasi, inovasi digital, serta kontribusi nyata dalam penguatan literasi publik.
Festival KIM tahun ini menampilkan berbagai agenda—pameran konten kreatif, kompetisi video informatif, gelar karya inovasi digital, dialog publik dengan pakar komunikasi, hingga penilaian program literasi digital berbasis komunitas.
KIM Tangguh Mentaos tampil menonjol melalui program unggulannya:
1. Mentaos Media Lab, ruang kreativitas warga untuk produksi konten positif;
2. Pelatihan konten warga, yang membekali masyarakat membuat informasi berkualitas;
3. Liputan kegiatan kelurahan yang konsisten, menghadirkan dokumentasi publik yang rapi dan informatif;
4. Penggunaan teknologi untuk menyerap aspirasi, termasuk kanal informasi responsif berbasis warga.
Dalam malam anugerah festival, KIM Tangguh Mentaos berhasil meraih gelar KIM Terkreatif Nasional 2025. Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi RI, Fifi Aleyda Yahya.
“Semoga penghargaan ini menjadi semangat baru untuk terus menyalakan cahaya informasi yang baik, akurat, dan berkualitas di tengah masyarakat,” ujar Fifi dalam sambutannya.
Ia menekankan peran strategis KIM di tengah derasnya arus informasi digital, terutama dalam mendukung agenda besar pemerintah untuk memperkuat kualitas ruang publik.
Ketua KIM Tangguh Mentaos, Abdul Karim, mengungkapkan rasa bangga sekaligus tanggung jawab besar atas capaian tersebut.
“Penghargaan ini memberi kami energi baru. Namun predikat Terkreatif Nasional berarti kami harus menjaga kualitas karya dan selalu relevan dengan kebutuhan warga,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari kolaborasi—Diskominfo Banjarbaru, Diskominfo Kalsel, Kelurahan Mentaos, dan Forum RT/RW turut memberi dukungan penting bagi perjalanan KIM.
Capaian ganda yang diraih Kelurahan Mentaos menunjukkan bagaimana reformasi birokrasi dan penguatan literasi digital dapat berjalan beriringan. Mentaos menjadi contoh kelurahan yang tidak hanya membenahi tata kelola layanan, tetapi juga memaksimalkan peran warganya sebagai produsen informasi berkualitas.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Erna Lisa Halaby, sinergi antara pelayanan publik yang bersih dan ekosistem informasi yang sehat menjadi dua pilar penting menuju pembangunan kota yang transparan, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan Mentaos sebagai inspirasi dan model awal, Banjarbaru melangkah menuju visinya sebagai Banjarbaru Emas: elok, maju, adil, dan sejahtera—sebuah kota yang terus memperkuat pondasi integritas dan partisipasi warganya.(be)
MEDIA CENTER BANJARBARU – Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tangguh Mentaos, Kota Banjarbaru, meraih penghargaan KIM Terkreatif pada Festival dan Kompetisi KIM 2025 yang digelar di Kota Tangerang, Banten. Penghargaan tersebut diumumkan pada Malam Anugerah Festival KIM yang menjadi puncak agenda tahunan Komdigi.
Kegiatan ini dibuka dan ditutup secara langsung oleh Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Fifi Aleyda Yahya. Dalam sambutannya, Fifi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima penghargaan dan berharap capaian tersebut menjadi dorongan bagi KIM untuk terus memperkuat kualitas informasi publik.
Piala dan sertifikat KIM Terkreatif Nasional yang diterima KIM Tangguh Mentaos.
“Kepada seluruh KIM yang menerima penghargaan pada malam hari ini, kami ucapkan selamat. Semoga penghargaan ini menjadi semangat baru untuk terus menyalakan cahaya informasi baik, akurat, dan berkualitas di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Fifi, keberadaan KIM sangat penting dalam menjaga arah kualitas ruang publik, sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, Festival dan Kompetisi KIM digelar sebagai bentuk apresiasi Komdigi kepada seluruh anggota KIM yang menjadi jembatan informasi bagi masyarakat di tingkat desa, kelurahan, hingga kota besar.
Sementara itu, Ketua KIM Tangguh Mentaos, Abdul Karim, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi kebanggaan tersendiri. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut sekaligus membawa tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas karya.
“Sebuah penghargaan yang membuat kami bangga dan lebih percaya diri untuk terus berkarya. Namun ini juga mengandung tanggung jawab yang besar dengan predikat Terkreatif tingkat nasional,” ujarnya.Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan beragam pihak yang selama ini membina KIM Tangguh Mentaos.
“Achievement ini tidak lepas dari bimbingan dan pembinaan Diskominfo Kota Banjarbaru, Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan, Kelurahan Mentaos, serta Forum RT/RW Mentaos,” katanya.
Tim Diskominfo Kalsel dan Banjarbaru bersama KIM Tangguh Mentaos.
Penghargaan yang diraih KIM Tangguh Mentaos tersebut sekaligus menandai semakin kuatnya kontribusi Banjarbaru dalam pengembangan ekosistem informasi yang inklusif, adaptif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. (Ald/Orz/Typ/MedCenBJB)
BANJARBARU – Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2025, melakukan kunjungan verifikasi lapangan ke Kelurahan Mentaos, Banjarbaru, Rabu (18/6).
Kunjungan ini menjadi bagian dari proses penilaian untuk menentukan kelurahan terbaik se-Kalsel dalam ajang bergengsi, yang tahun ini mengusung tema “Kelurahan Tangguh Pangan, Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas”.
Pj Wali Kota Banjarbaru yang diwakili Pj Sekretaris Daerah, Sirajoni, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa tema lomba sangat relevan dengan kondisi saat ini. Dimana ketahanan pangan menjadi isu strategis lintas sektor yang harus diperkuat hingga ke tingkat kelurahan.
Pj Sekda Banjarbaru, Sirajoni saat menyampaikan sambutan
“Lomba ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar elemen masyarakat dalam mewujudkan kemandirian dari lingkungan terkecil, yaitu kelurahan,” ujarnya.
Sirajoni mengungkapkan, Kelurahan Mentaos sebelumnya telah meraih juara pertama pada Lomba Kelurahan Tingkat Kota Banjarbaru, dan kini menjadi wakil Banjarbaru di tingkat provinsi.
“Pencapaian ini tentu merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan komitmen luar biasa dari lurah beserta jajaran, tokoh masyarakat, kader pembangunan, dan seluruh warga Kelurahan Mentaos. Kami sangat mengapresiasi capaian yang membanggakan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Mentaos, Ciptadi Sunaryo, menyambut baik kedatangan tim penilai dan menyampaikan rasa syukurnya, karena Kelurahan Mentaos mendapat kesempatan untuk diverifikasi secara langsung.
“Kami memiliki 21 inovasi unggulan yang menjadi bagian dari potensi dan keunggulan Kelurahan Mentaos. Inilah yang menghantarkan kami menjadi kelurahan terbaik di Banjarbaru dan kini dipercaya mewakili kota di tingkat provinsi,” jelasnya.
Verifikasi lapangan dilakukan tim penilai yang diketuai Wahyu Widyo Nugroho. Dalam keterangannya, Wahyu menjelaskan bahwa proses verifikasi ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian antara data administrasi dan realisasi di lapangan.
“Kami ingin memvalidasi apa yang telah dipaparkan dalam tahap penilaian administrasi. Termasuk meninjau inovasi-inovasi, berdialog langsung dengan stakeholder seperti RT, PKK, dan LPM, serta melihat capaian kinerja kelurahan secara riil,” tuturnya.
Wahyu menyebut, Kelurahan Mentaos telah menunjukkan performa yang sangat baik berdasarkan data evaluasi. Kategori profil desa/kelurahan berada di tingkat swasembada, dan dalam evaluasi perkembangan desa/kelurahan, Mentaos termasuk dalam kategori cepat berkembang.
“Ini menunjukkan kelurahan ini sudah sangat paripurna,” imbuhnya.
Wahyu turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarbaru yang dinilai aktif dalam melakukan pemutakhiran data dan evaluasi secara berkala.
“Banjarbaru merupakan salah satu daerah yang konsisten dan aktif dalam melakukan updating profil dan evaluasi desa/kelurahan. Ini patut diapresiasi,” pungkasnya.
Untuk diketahui, tahun ini verifikasi lapangan dilakukan di tiga besar kelurahan terbaik dari tiga daerah. yyakni Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Tanah Laut. Kelurahan Mentaos menjadi salah satu kandidat kuat untuk melaju ke tingkat regional, membawa nama harum Kota Banjarbaru dan Kalimantan Selatan. (SYA/RIW/RH)
BORNEOTREND.COM, KALSEL - Kelurahan Mentaos, Kota Banjarbaru, menerima kunjungan Tim Evaluasi Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Tahun 2025. Penilaian dilakukan pada Rabu (18/6/2025) sebagai tindak lanjut atas keberhasilan Mentaos masuk tiga besar finalis tingkat provinsi.
Penilaian kali ini memfokuskan pada aspek ketahanan pangan sebagai indikator unggulan. Tim provinsi menilai kelengkapan administrasi, efektivitas program kelurahan, pemanfaatan lahan pekarangan, hingga inovasi lokal dalam mendukung ketersediaan pangan berbasis komunitas.
Lurah Mentaos, Ciptadi Sunaryo, menyatakan kesiapan pihaknya dalam menindaklanjuti setiap masukan yang diberikan oleh tim penilai. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga dan pemangku kepentingan yang telah mendukung proses penilaian.
“Kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang sudah membantu persiapan dari awal sampai hari ini, untuk Kelurahan Mentaos. Hari ini akan dinilai dan diuji, mudah-mudahan tidak banyak kekurangannya,” ucapnya.
Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni menyampaikan, lomba kelurahan yang mengangkat tema Kelurahan Tangguh Pangan, Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas.
“Lomba ini bukan sekedar ajang kompetisi tetapi juga merupakan momentum utuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar elemen masyarakat, dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan dari lingkungan terkecil yaitu kelurahan,” katanya.
Tidak hanya pemeriksaan berkas, tim penilai melakukan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung implementasi program ketahanan pangan, seperti budidaya ikan di Kampung Iwak, budidaya tanaman pangan lokal, perternakan serta pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dan UMKM berbasis pangan.
Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi ini menjadi ajang penting untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan pembangunan berbasis masyarakat di tingkat kelurahan, terutama dalam menjawab tantangan strategis seperti ketahanan pangan.
Kelurahan Mentaos diharapkan mampu memberikan hasil terbaik dan menjadi Juara Pertama di Kalimantan Selatan.
Sumber: MC Kota Banjarbaru
REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kelurahan Mentaos, Kota Banjarbaru, menjadi sorotan setelah berhasil masuk dalam tiga besar Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025.
Tim Evaluasi dari Provinsi Kalsel melakukan penilaian langsung ke lokasi untuk mengukur berbagai aspek pembangunan berbasis masyarakat, Rabu (18/6/2025).
Penilaian kali ini difokuskan pada ketahanan pangan, yang menjadi salah satu indikator utama dalam lomba.
Tim menelusuri berkas administrasi yang mencakup program-program kelurahan, inovasi pemanfaatan lahan pekarangan, serta keterlibatan aktif warga dalam mengelola sumber pangan mandiri.
Lurah Mentaos, Ciptadi Sunaryo, menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan program kelurahan, serta siap mewakili Kalimantan Selatan di tingkat regional.
“Kami menyambut baik kehadiran tim penilai. Apa pun catatan dan masukan yang diberikan, akan kami tindak lanjuti. Kami siap dipercaya membawa nama baik provinsi ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Apresiasi datang dari Pj Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, yang menekankan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang prestasi, tetapi juga sarana memperkuat kolaborasi warga.
“Dengan tema ‘Kelurahan Tangguh Pangan, Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas’, lomba ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi masyarakat dari tingkat terkecil,” jelasnya.
Selain verifikasi dokumen, tim evaluasi juga meninjau langsung sejumlah lokasi program unggulan di Kelurahan Mentaos. Di antaranya budidaya ikan di Kampung Iwak, tanaman pangan lokal, peternakan skala rumah tangga, serta kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan UMKM berbasis pangan.
Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi ini menjadi barometer keberhasilan pembangunan di tingkat kelurahan, terutama dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan yang kini menjadi isu nasional.
Dengan berbagai inovasi dan keterlibatan aktif masyarakat, Kelurahan Mentaos diharapkan mampu meraih peringkat pertama dan menjadi perwakilan terbaik Kalimantan Selatan.